Saturday, April 24, 2010

Istimewanya Muslimah berpangkat...

Seringkali diri terfikir, sekali sekala melewati komen-komen dari pihak feminism, wanita itu tidak layak untuk bekerja seperti orang gaji kepada suami...
Isteri moden tempatnya bukan lagi di rumah untuk melayan suami dan anak.
Terfikir? 
Benar.. ada benarnya. Tapi, bukankah menjadi isteri yang baik kepada suami itu menjanjikan kebahagian yang lebih hakiki? Lebih jauh maknanya daripada kebebasan dan keseronokan sementara Dunia.
Mungkin sesekali isteri akan mengeluh kepenatan. Tapi, isteri yang baik, ingatlah, bagimu pahala yang berganda-ganda dari Allah...


Masha Allah...


Kisah Puteri Rasulullah dengan penggiling.....




Nabi s.a.w bersabda kepada putrinya Fatimah Az-zahra:
"Kalau Allah berkehendak, hai Fathimah, pasti batu penggiling itu akan berputar sendiri untukmu. Tetapi Allah berkehendak mencatat kebaikan-kebaikan untuk dirimu dan menghapus keburukan-keburukanmu, serta mengangkat darjatmu.


Hai Fatimah,
setiap isteri yang membuatkan tepung untuk suami dan anak-anaknya, maka Allah mencatat baginya memperoleh kebajikan dari setiap butir biji yang tergiling, dan menghapus keburukannya, serta mengangkat darjatnya.


Hai Fatimah,
setiap isteri yang berkeringat di sisi alat penggilingnya kerana membuatkan bahan makanan untuk suaminya, maka Allah menjauhkan antara dirinya dan Neraka sejauh tujuh hasta.


Hai Fatimah,
setiap isteri yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisirkan rambut dan menyucikan baju mereka, maka Allah mencatatkan untuknya memperoleh pahala seperti pahala orang yang memberi makan seribu orang yang sedang kelaparan dan seperti orang yang memberi pakaian seribu orang yang telanjang.


Hai Fatimah,
setiap isteri yang mencegah kebutuhan tetangganya, maka Allah kelak akan mencegahnya untuk minum dari telaga Kautsar pada hari Kiamat.


Hai Fatimah, 
tetapi yang lebih utama dari semua itu adalah keredhaan suami terhadap isterinya. Sekiranya suamimu tidak meredhaimu, tentu aku tidak akan mendoakan dirimu.
Bukankah engkau mengerti, Hai Fatimah, bahawa redha suami itu sebahagian dari redha Allah, dan kebencian suami merupakan sebahagian dari kebencian Allah.


Hai Fatimah,
manakala seorang isteri yang mengandung, maka para malaikat memohon ampun untuknya, 
setiap hari dirinya dicatat memperoleh seribu kebaikan, dan seribu keburukannya dihapus.
Apabila telah mencapai rasa sakit maka Allah mencatatkan untuknya memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang berjihad di jalan Allah. 
Apabila telah melahirkan, dirinya terbebas dari dosa seperti keadaannya setelah dilahirkan ibunya.


Hai Fatimah,
setiap isteri yang melayani suaminya dengan niat yang benar,
maka dirinya terbebas dari dosa-dosanya seperti pada hari dirinya dilahirkan ibunya.
Ia tidak keluar dari dunia kecuali tanpa membawa dosa.
Ia menjumpai kuburnya sebagai pertamanan Syurga.
Allah memberinya pahala seperti seribu orang yang berhaji dan berumrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan untuknya hingga hari Kiamat.
Setiap isteri yang melayani suaminya sepanjang siang dan malam disertai hati yang baik, ikhlas dan niat benar, maka Allah akan mengampuni dosanya.
Pada hari Kiamat dirinya diberi pakaian berwarna hijau, dan dicatatkan untuknya pada setiap rambut yang ada ditubuhnya seribu kebaikan, dan Allah memberi pahala kepadanya sebanyak seratus pahala orang berhaji dan berumrah.


Hai Fatimah,
setiap isteri yang tersenyum manis di muka suaminya, maka Allah memperhatikannya dengan penuh rahmat.


Hai Fatimah,
setiap isteri yang menyediakan diri tidur bersama suaminya dengan sepenuh hati, maka ada seruan yang ditujukan kepadanya dari langit, 'Hai wanita, menghadaplah dengan membawa amalmu. Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang berlalu dan yang akan datang'.


Hai Fatimah,
setiap isteri yang meminyaki rambut suaminya, demikian pula janggutnya, memendek misai dan memotong kuku-kukunya, maka kelak Allah akan memberi minum kepadanya dari Rahiqim makhtum dan dari sungai yang ada di Syurga.
Bahkan kelak Allah akan meringakna beban sakaratul maut. Kelak ia akan menjumpai kuburnya bagaikan taman Syurga. Allah mencatatya tebrebas dari neraka dan mudah menyeberangi titian sirath."




Allahua'lam... *tidak diketahui kedudukan hadis.
Sumber: Kado Pernikahan untuk Istriku. 




Pada hari Idul Adha atau Idul Fithri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menuju lapangan untuk melaksanakan shalat. Setelahnya beliau berkhutbah dan ketika melewati para wanita beliau bersabda: “Wahai sekalian wanita, bersedekahlah kalian dan perbanyaklah istighfar (meminta ampun) kerana sungguh diperlihatkan kepadaku majoriti kalian adalah penghuni neraka.” Berkata salah seorang wanita yang cerdas: “Apa sebabnya kami menjadi majoriti penghuni neraka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Kalian banyak melaknat dan mengkufuri kebaikan suami. Aku belum pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya namun dapat menundukkan lelaki yang memiliki akal yang sempurna daripada kalian.” Wanita itu bertanya lagi: “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan kurang akal dan kurang agama?”. “Adapun kurangnya akal wanita ditunjukkan dengan persaksian dua orang wanita sama dengan persaksian seorang lelaki. Sementara kurangnya agama wanita ditunjukkan dengan ia tidak mengerjakan shalat dan meninggalkan puasa di bulan Ramadhan selama beberapa malam (yakni saat ditimpa haidh).” (HR. Al-Bukhari no. 304 dan Muslim no. 79)


Moga aku mampu menjadi seorang isteri penghuni Syurga...ameen.

No comments: